Kepala Manyung Bu Fat: Tersengat Pedasnya Mangut Kepala Manyung Legendaris

epala Manyung Bu Fat
Kepala Manyung Bu Fat: Tersengat Pedasnya Mangut Kepala Manyung

Di sini ada mangut kepala manyung pedas menggigit plus botok petai cina. Dibuat dengan resep turun-temurun selama tiga generasi, restoran ini punya banyak penggemar.

Kelezatan mangut kepala manyung Bu Fat sudah terkenal puluhan tahun di Semarang. Konsistensinya membuat mangut kepala ikan manyungpun membuat orang selalu ketagihan. Kini rumah makan Kepala Manyung Bu Fat resmi membuka cabang pertamanya di Jakarta.

Terletak di Jl. Cempaka Putih, Jakarta Pusat restoran yang baru dibuka dua bulan ini tak pernah sepi pengunjung. Kami jadi penasaran dengan cita rasa gulai kepala manyung pedas khas Semarang ini. Karena kabarnya racikan mangut kepala manyung di sana sama persis seperti yang ada di kedai milik Bu Fat di Semarang.

Restoran ini menggunakan sistem prasmanan. Karenanya kami bebas mengambil lauk yang kami mau. Enaknya lagi, nasi putih nan pulen hangatnya bisa diambil sepuasnya!

Pilihan lauknya antara lain mangut daging ikan pari, belut, kikil, cumi hitam, ikan goreng, botok udang, ayam kampung goreng, botok petai cina, garang asem, sambal pete, krecek, aneka gorengan hingga tentu saja sajian andalan, mangut kepala ikan manyung. Tersedia empat ukuran kepala ikan manyung, yakni ikan manyung kecil, sedang, besar, dan jumbo.

Jika sedang malas membongkar daging di bagian kepala ikan, Anda bisa memilih menu mangut daging ikan manyung. Tak hanya punya beragam lauk, restoran dengan racikan mangut manyung legendaris ini punya banyak pilihan sayur. Mulai dari oseng bunga pepaya, oseng daun pepaya, sayur lodeh, sop, bayam hingga urap.

Usai mengambil nasi dan lauk yang diinginkan, kami pun bebas memilih area santap. Menempati bangunan dua lantai, Kepala Manyung Bu Fat cabang Jakarta punya area santap lesehan dan kursi biasa. Kalau datang bersama keluarga, area lesehan paling pas untuk dipilih. Sambil selonjoran, Anda bisa dengan nyaman melahap semua sajian yang ada menggunakan tangan langsung.

Setelah bingung memilih lauk, kami akhirnya menjatuhkan pilihan pada Mangut Kepala Ikan Manyung ukuran sedang (Rp 165. 000) dengan tambahan lauk cumi dan kikil. Tak ketinggalan oseng daun pepaya dan sambal pete.

Hmmm.. Wangi ikan asap tercium lamat-lamat. Terlebih saat melihat kuah mangut dengan sebaran minyak merah dan rawit merah utuh nan menggoda. Seperti tampilannya, kuahnya terasa pedas gurih yang kuat. Slurp! Seruputan pertama menghasilkan rasa kuah santan gurih yang pedas menggigit!

Rasa pedasnya bahkan meresap hingga ke daging kepala ikan manyung. Huaah! Bukannya kapok, kami justru makin lahap makan. Sebab paduan daging ikan manyung kenyal dengan semburat aroma asap yang khas plus kuah mangut pedas memang paling pas dijodohkan dengan nasi pulen hangat. Rasanya nikmat berkat kepala manyung asap yang diolah sedemikian rupa hingga tak ada aroma amis. Mantul!

Sesekali kami mengistirahatkan lidah dari sengatan pedas kuah Manyung dengan Oseng Daun Pepaya (Rp 4.000) segar yang tak terlalu pahit. Rasa oseng daun pepayanya makin sedap saat disatukan dengan Sambal Pete (Rp 17.500) yang renyah sedikit pedas.

Kami juga sengaja memesan seporsi Cumi Hitam (Rp 30.000) yang bercita rasa manis untuk menghilangkan rasa pedas kuah mangut. Daging cumi yang besar dan lembut kenyal berlumur tinta hitamnya memang terasa manis tanpa bau amis. Menurut kami, menu ini juga wajib Anda pesan jika berkunjung ke sini.

Seporsi Kikil Kaki Sapi (Rp 40.000) juga turut menyemarakkan rasa. Sesuai namanya, menu ini terbuat dari bagian kulit dengkul sapi. Rasanya tentu lebih kenyal dibanding kikil biasa.

Belum puas dengan lauk yang ada, kami pun penasaran dengan rasa Botok Petai Cina (Rp 6.000). Dibungkus tum daun pisang, berisi kelapa muda parut, petai cina, dan potongan petai. Bumbu urapnya terasa gurih sedikit manis, terselip renyah renyah petai cina dan irisan petai. Botok atau pepes sederhana khas Jawa Tengah ini juga memuaskan lidah.

Oh ya, soal harga, lauk di sini dipatok per porsi atau setengah porsi. Lauk yang diletakkan di dalam piring kecil penuh masuk hitungan satu porsi. Sedangkan lauk yang diambil dan diletakkan di sebelah nasi dengan porsi yang lebih sedikit dikategorikan setengah porsi.

Comments closed